www.AlvinAdam.com


Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketua Ardin Sulsel: Jumlah Kontraktor di Sulsel Terus Berkurang, Ini ...

Posted by On 05.59

Ketua Ardin Sulsel: Jumlah Kontraktor di Sulsel Terus Berkurang, Ini ...

Ketua Ardin Sulsel: Jumlah Kontraktor di Sulsel Terus Berkurang, Ini Sebabnya

Sejak sistem e-Procurement Indonesia atau layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) berlaku di Indonesia kontraktor mulai berkurang.

Ketua Ardin Sulsel: Jumlah Kontraktor di Sulsel Terus Berkurang, Ini SebabnyaHandoverRusdin Abdullah

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) Sulawesi Selatan, Rusdin 'Rudal' Abdullah (57), menyatakan, jumlah pelaku jasa usaha kontruksi di Sulsel terus berkurang.

"Seingat saya, dul u ada 7.000-an lebih kontraktor di Sulsel dan itu semua bisa kerja," kata mantan Ketua HIPMI Sulsel itu, Kamis (14/12/2017).

Sejak sistem e-Procurement Indonesia atau layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) berlaku di Indonesia, lanjut Rudal, sejak itu kontraktor mulai berkurang.

"Sekarang tinggal 300-an saja. Mereka bertahan karena mengikuti zaman dan yang hilang menjadi pertanyaan. Mulai berkurang sejak tahun 2000-an" tegas Rudal.

Rudal pun menyebut yang kuat semakin kokoh berdiri dan yang lemah hilang bagai ditelan bumi. Menurutnya, asosiasi, gabungan hingga himpunan sangat solid.

"Kadin induknya asosiasi dan lain-lain. Kita dulu yang kita kedepankan adalah kebersamaan. Tidak ada yang bermain individu semua diselasaikan bersama-sama, sekarang sudah beda. Mungkin karena zaman ya?," jelas Rudal.

Lalu apa sisi positif dan negatif terkait diterapkannya layanan pengadaan secara elektronik di Indonesia? Rusdin menjelaskan b ahwa semua perusahaan bisa berkompetisi.

Sementara negatifnya adalah, mereka yang tidak mengikuti zaman atau hanya 'berkantor' di mobil saja, dalam artian, kata Rudal, semua berkas hingga stempel hanya di mobil mati.

"Dulu banyak orang menjadi kontraktor dan ikut tender, sekarang perusahaan yang kuat saja tinggal. Mereka yang kantornya hanya di mobil sudah mati," tegas Rudal.

"Jadi perusahaan kecil itu semua sudah habis, sekarang yang laku itu bidang jasa saja. Nanti tokoh-tokoh juga habis dan orang tinggal belanja online saja," ujarnya.

Penulis: Abdul Azis Editor: Ardy Muchlis Ikuti kami di Gadis 12 Tahun Melahirkan Diam-diam lalu Simpan Bayi di Almari, Identitas Ayah Bayi Bikin Syok Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »