www.AlvinAdam.com


Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pekerja Migran Indonesia di Mekkah Pengidap Stroke Dipulangkan

Posted by On 17.51

Pekerja Migran Indonesia di Mekkah Pengidap Stroke Dipulangkan

Selasa 12 Desember 2017, 06:40 WIB Pekerja Migran Indonesia di Mekkah Pengidap Stroke Dipulangkan Hestiana Dharmastuti - detikNews Pekerja Migran Indonesia di Mekkah Pengidap Stroke DipulangkanFoto: DBI (60), pekerja migran Indonesia yang menderita stroke di Mekkah akhirnya dipulangkan.Dok. Pensosbud KJRI Jeddah Jeddah - DBI (60), pekerja migran Indonesia sudah empat tahun dirawat di RS Ibnu Sina Mekkah karena sakit stroke. Perempuan asal Kalimantan Selatan ini akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
DBI dipulangkan KJRI Jeddah ke Tanah Air pada 11 Desember 2017. Kondisi DBI diketahui oleh KJRI Jeddah saat melakukan kunjungan ke RS Ibnu Sina Mek kah pada 9 Oktober 2017.
Saat kunjungan ditemukan tiga orang atas nama AD, AM dan DBI yang telah lama dirawat di tempat pelayanan kesehatan tersebut. AD dan AM telah dipulangkan oleh KJRI Jeddah pada 21 November 2017.
DBI merupakan WNI overstayer yang bekerja secara illegal di Mekkah. Saat dimasukkan seseorang ke rumah sakit Ibnu Sina dalam keadaan sakit tidak ditemukan dokumen resmi apapun.
"Seperti dua yang lain, pihak RS maupun yang bersangkutan tidak punya paspor atau dokumen resmi yang bersangkutan, jadi awalnya kami kesulitan untuk mengurus kepulangan," ujar Ainur Rifqie Madani, Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (12/12/2017).
Namun demikian, tim KJRI tidak patah arang. Berbekal informasi nama, KJRI Jeddah melakukan pendekatan ke pihak Imigrasi Arab Saudi memanfaatkan program amnesti hingga exit permit yang bersangkutan dapat diterbitkan.
Setelah dokumen perjalanan dan izin keluar berhasil diter bitkan, KJRI Jeddah menelusuri keberadaan keluarga yang bersangkutan di Indonesia. Setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah Balangan, Kalimantan Selatan akhirnya didapatkan informasi Ahmat putera kandung yang bersangkutan untuk disampaikan kondisi DBI terkini.
DBI dipulangkan menggunakan tiket penerbangan dengan kursi stretcher mengingat informasi medis pihak rumah sakit yang menyatakan bahwa wanita kelahiran Karuh tahun 1957 itu tidak bisa duduk dan berdiri.
Seorang staf KJRI Jeddah ditugaskan untuk mendampingi dan memonitor kondisi kesehatan yang bersangkutan selama dalam perjalanan.
"Dengan informasi minim sekalipun KJRI Jeddah punya kewajiban untuk menelusuri dan membantu WNI, meski harus melalui prosedur yang sulit dan butuh waktu, sudah menjadi komitmen kami untuk memberikan yang terbaik," ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.
(aan/elz)Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »