www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Persia

Posted by On 12.23

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Persia

  • Babel
  • Bengkulu
  • Jabar
  • Jateng
  • Jatim
  • Joglo
  • Kalbar
  • Kalteng
  • Papua
  • Sumbar
  • Sumsel
  • Sumut
  • RMTV
  • KBP
News Tickers
  • Kuasa Hukum: Bukti Pemerintah Untuk Bubarkan HTI Lemah, 02 FEBRUARI 2018 , 05:45:00
  • Dalam Surat Pencegahan, KPK Tulis Status Zumi Zola Tersangka, 02 FEBRUARI 2018 , 04:35:00
  • Program Sergab Cara Pemerintah Lindungi Petani, 02 FEBRUARI 2018 , 04:05:00
  • Agus Hermanto: Kicauan Mirwan Amir Punya Implikasi Dan Tujuan Tertentu, 02 FEBRUARI 2018 , 03:49:00
  • Diluncurkan Menteri Pariwisata, 77 Agenda Wisata Semarakkan Banyuwangi Festival 2018, 02 FEBRUARI 2018 , 03:29:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Verified

Mengenal Inklusifisme Islam Indonesia (6)

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Persia

JUM'AT, 02 FEBRUARI 2018 , 08:39:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Persia

Nasaruddin Umar/Net

TEORI lain masuknya Is­lam di Indonesia ialah teori Persia. Teori ini berpenda­pat bahwa Islam masuk di Indonesia sejak awal Is­lam yakni abad pertama Hijriyah, atau sekitar abad ke-7 Masehi. Teori ini ham­pir sama dengan teori per­tama, bedanya teori ketiga ini beranggapan yang membawa Islam ke bumi Nusantara ini ialah para pedagang Persia yang beragama Islam dengan corak Syi'ah. Teori ini didu­kung sejumlah manuskrip yang ditemukan di sejumlah perpustakaan di Iran, term asuk di pusat-pusat manuskrip di Quom, Iran. Berita Terkait Masuknya Islam Di Indonesia: Teori China Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Gujarat Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Arab

Teori ini sering merujuk pendapat Prof Hoesein Djajadiningrat dan Umar Amir Hus­en. Bahkan, kedua tokoh ini dianggap seba­gai pencetus teori ketiga. Kalangan ahli se­jarah sering menyebut kepulauan Nusantara sebagai bagian dari wilayah operasi dakwah dan wilayah dagang kerajaan Persia di masa lalu. Mereka menemukan beberapa bukti antara lain dalam bentuk tradisi keagamaan sejumlah daerah seperti tradisi Tabut di Beng­kulu dan tradisi maulid Cikoang di Takalar, Sulawesi Selatan. Tradisi dan lambang-lam­bang yang ditampilkan dalam upacara Tabut (atau Tabot, yang dapat dihubungkan den­gan kata taubah atau pengampunan dosa dari Allah Swt). Hal yang sama juga seri ng ditampilkan dalam tradisi Maulud Lompoa di Cikoang, sangat diperkaya dengan tradisi yang mirip seperti apa yang dilakukan di se­jumlah wilayah di Iran.
Tradisi-tradisi sejumlah wilayah umat Is­lam di Indonesia masih dekat dengan tradi­si Syi'ah meskipun mereka menolak kalau tradisi itu bersumber dari Syi'ah. Sejumlah daerah di Indonesia juga masih terus me­meringati Hari Asyura yang sesungguhnya adalah bagian tak terpisahkan dengan tradi­si Syi'ah atau tradisi Islam Persia. Integrasi tradisi Syi'ah di dalam tradisi keagamaan di Indonesia dahulu tidak pernah dipersoalkan, karena tradisi itu diterima sebagai fenomena budaya ketimbang sebagai fenomena agama (Islam). Persoalan mulai muncul ketika tadin­ya sebuah fenomena budaya tersebut dikem­bangkan menjadi fenomena agama. Tentu saja mulai muncul sikap resisten, misalnya lahirnya isu bid'ah, syinkretik, dan bisa jadi si'atisasi umat Sunni. Allahu a'lam.
Kenyataan lain yang dijadika n bukti ialah banyaknya kosa kata Persia yang menjadi kosa kata Bahasa Melayu atau Bahasa Indo­nesia. Kosa kata di sekitar aktivitas pelabu­han seperti kata Syahbandar, sampai seka­rang ini masih tetap menjadi bahasa aktual di pelabuhan Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kantor Kedutaan Besar Iran di Jakarta per­nah menerbitkan sebuah buku lumayan tebal tentang bahasa-bahasa Persia yang masuk di dalam perbendaharaan Bahasa Indone­sia, baik sebagai bahasa resmi maupun se­bagai bahasa atau istilah prokem.
Kehadiran pengaruh Persia dalam masyarakat Indonesia memang tak terbantahkan. Persoalannya, apakah itu muncul sejak awal Islam yakni abad ke-7 Masehi atau datang belakangan, hal ini masih terus dalam perde­batan. Yang pasti, sejarah panjang Per­sia penuh dengan beberapa kebanggaan. Sejumlah besar ulama dan ilmuan di abad pertengahan berasal dari wilayah kekuasaan Persia. Ada yang mengatakan, seandainya sejak dahulu kala ada Hadiah Nobel (Noble Price) maka yang mendominasi Hadiah No­bel itu berasal dari kawasan Persia.
Kelemahan teori ini sama dengan teori lain, masih diperlukan bukti-bukti historis yang cukup untuk mengatakan teori ini paling benar. Kita berharap kiranya para peneliti sejarah terus lebih giat mencari bukti-bukti otentik masuknya Islam di Indonesia.

Berita Lainnya Selengkapnya Masuknya Islam Di Indonesia: Teori China

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori China

JUM'AT, 02 FEBRUARI 2018

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Gujarat

Masuknya Is lam Di Indonesia: Teori Gujarat

RABU, 31 JANUARI 2018

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Arab

Masuknya Islam Di Indonesia: Teori Arab

SELASA, 30 JANUARI 2018

Apa Itu Islam Radikal?

Apa Itu Islam Radikal?

SENIN, 29 JANUARI 2018

Apa Itu Islam Inklusif?

Apa Itu Islam Inklusif?

SABTU, 27 JANUARI 2018

Mendalami Sila Kelima: Menggiatkan Dialog Intrafaith Dan Inter   faith

Mendalami Sila Kelima: Menggiatkan Dialog Intrafai..

SELASA, 23 JANUARI 2018

VIDEO POPULERPasmar II Perangi Konten Negatif

Pasmar II Perangi Konten Negatif

, 01 FEBRUARI 2018 , 19:00:00

Korban Meninggal Di Asmat Capai 72 Orang

Korban Meninggal Di Asmat Capai 72 Orang

, 01 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

FOTO POPULERPerjuangan Sopir Taksi Online

Perjuangan Sopir Taksi Online

, 29 JANUARI 2018 , 18:37:00

Serahkan Hasil Investigasi BPK

Serahkan Hasil Investigasi BPK

, 01 FEBRUARI 2018 , 04:01:00

Bahas Pengurus Golkar

Bahas Pengurus Golkar

, 01 FEBRUARI 2018 , 01:56:00

Jamu Jago Jaya Suprana Show Berita PopulerBerita TerkiniMUI: Kapolri Tito Enggak Perlu <i>Ngeles</i> Lagi, Segera Minta Maaf Ke Umat Islam<i>!</i>

MUI: Kapolri Tito Enggak Perlu Ngeles Lagi, Segera Minta Maaf Ke Umat Islam!

30 Januari 2018 17:24

Martimus: Kunjungan Jokowi Ke Kabul Mengkhianati Pembukaan UUD 1945<i>!</i>

Martimus: Kunjungan Jokowi Ke Kabul Mengkhianati Pembukaan UUD 1945!

31 Januari 2018 08:57

Honggo Sudah Di Luar Negeri, Bareskrim Baru Terbitkan DPO

Honggo Sudah Di Luar Negeri, Bareskrim Baru Terbitkan DPO

29 Januari 2018 10:24

Natalius Pigai: Habib Rizieq Tidak Salah, Polisi Sedang Dilanda    Dilema

Natalius Pigai: Habib Rizieq Tidak Salah, Polisi Sedang Dilanda Dilema

31 Januari 2018 22:14

Mau Temui Rizieq, Natalius Pigai Dihadang

Mau Temui Rizieq, Natalius Pigai Dihadang "Kalangan Istana"

31 Januari 2018 18:00

Dalam Surat Pencegahan, KPK Tulis Status Zumi Zola Tersangka

Dalam Surat Pencegahan, KPK Tulis Status Zumi Zola Tersangka

02 Februari 2018 04:35

Program Sergab Cara Pemerintah Lindungi Petani

Program Sergab Cara Pemerintah Lindungi Petani

02 Februari 2018 04:05

Agus Hermanto: Kicauan Mirwan Amir Punya Implikasi Dan Tujuan Tertentu

Agus Hermanto: Kicauan Mirwan Amir Punya Implikasi Dan Tujuan Tertentu

02 Februari 2018 03:49

Diluncurkan Menteri Pariwisata, 77 Agenda Wisata Semarakkan Banyuwangi Festival 2018

Diluncurkan Menteri Pariwisata, 77 Agenda Wisata Semarakkan Banyuwangi Festival 2018

02 Februari 2018 03:29

Kemenpar: Banyuwangi Penyelenggara Festival Terbaik Di Indonesia

Kemenpar: Banyuwangi Penyelenggara Festival Terbaik Di Indonesia

02 Februari 2018 02:57

Trending Tag
# FREEPORT
# NUSAPENIDA
# PARTAIDEMOKRAT
# PARTAIHANURA
# PARTAINASDEM
# PENGANIAYAANULAMA
# PILKADASERENTAK2018. GAKKUMDU
Book Fayakhun e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya Media Kit RMOL Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »