www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Direktur BI Sulsel: Aturan Baru GWM akan Memudahkan Bank ...

Posted by On 10.26

Direktur BI Sulsel: Aturan Baru GWM akan Memudahkan Bank ...

Direktur BI Sulsel: Aturan Baru GWM akan Memudahkan Bank Sulselbar Kelola Likuiditas

Dwityapoetra Soeyasa Besar mengatakan aturan baru Giro Wajib Minimum akan memudahkan perbankan dalam mengelola likuiditas.

Direktur BI Sulsel: Aturan Baru GWM akan Memudahkan Bank Sulselbar Kelola LikuiditasTRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWANDirektur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dwityapoetra Soeyasa Besar memaparkan materi Kebijakan Bank Indonesia Terkini: Moneter dan Makroprudential, pada Media Gathering Bank Indonesia 2018 Kantor Perwakilan BI Sulsel, di Hotel The Papandayan, Sabtu (28/4/2018)

TRIBUN-TIMUR.COM, BANDUNG - Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dwityapoetra Soeyasa Besar mengatakan aturan baru Giro Wajib Minimum (GWM) akan memudahkan perbankan dalam mengelola likuiditas. Tak terkecuali bank di Sulsel.

"Untuk Sulsel, GWM perubahannya tidak signifikan. Jadi selama ini yang wajib membentuk GWM di Sulsel adalah bank Sulselbar. Karena bank yang berkantor pusat di Sulsel," kata Putra, sapaannya, saat memaparkan materi Kebijakan Bank Indonesia Terkini: Moneter dan Makroprudential, pada Media Gathering Bank Indonesia 2018 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Hotel The Papandayan, Sabtu (28/4/2018).

Baca: Apakah Salat Nisfu Syaban Sesuai dengan Sunah? Ketahui 4 Hal Penting Ini

Baca: Disindir Billy Syahputra Gajinya Cuma Rp 3 Juta, Kriss Hatta Beli Mobil Mewah, Harganya Bikin Takjub

Meski perubahannya tak signifikan, lanjut Putra, aturan tersebut menjadi hal positif bagi Bank Sulselbar. Pasalnya, bank tersebut akan lebih fleksibel mengatur likuiditasnya.

Selama ini, GWM Bank Sulselbar fix 6,5 persen. Dengan adanya aturan itu, kata Putra, Bank Sulselbar dapat menggunakan 1,5 persen untuk melakukan kegiatan lain. Misalnya untuk pertumbuhan kredit.

Baca: 3 Terdakwa Pembunuhan Mahasiswi Kedokteran Diminta Hakim Siapkan Pembelaan

Baca: Lakukan Pelecehan Seksual kepada Seorang Wanita di Kereta, Pria Ini Kena Batunya. Lihat Video!

Dengan adanya tambahan fleksibilitas tersebut, lanjutnya, potensi penyaluran kredit meningkat. Jika kredit meningkat, maka daya beli juga bisa naik.

"Jadi artinya secara tidak langsung itu akan menambah daya beli," jelasnya. (tribun-timur.com/ Sakinah Sudin)

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Sakin ah Sudin Editor: Sakinah Sudin Ikuti kami di TERPOPULER: Insiden Buruk Kali Pertama, Bule Denmark Diperkosa di Mentawai, Begini Kronologi Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »