www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siapkan betis kamu menghadapi tradisi suku di Sulawesi Selatan ini

Posted by On 00.10

Siapkan betis kamu menghadapi tradisi suku di Sulawesi Selatan ini

Budaya adu betis masyarakat di Sulawesi Selatan

Terkini.id â€" Indonesia dikenal sebagai negara yang multikultural. Salah satu contoh budaya yang unik di Indonesia adalah adu betis atau Mallanca. Adu betis biasanya dilakukan oleh masyarakat Bugis, Makassar, dan Toraja di Sulawesi Selatan.

Seperti di Kabupaten Maros, tradisi ini sering dilakukan setiap usai panen. Sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena kondisi sawah-sawah umumnya merupakan sawah tadah hujan, panen hanya dapat dilakukan setahun sekali. Jadi tidak heran apabila Mallanca hanya dapat dilakukan setahun sekali. Masa panen yang juga datang pada bulan Agustus menyebabkan tradisi ini seringkali dirayakan bersama dengan Hari Kem erdekaan Republik Indonesia.

Sesuai dengan nama tradisinya, setiap pria di Maros membuktikan kekuatan mereka dengan saling menendang betis satu sama lain. Di Maros, tradisi ini tidak dapat dilakukan di tempat sembarangan. Tradisi ini dilakukan di dekat Makam Gallarang Moncongloe, leluhur desa Moncongloe yang juga merupakan paman dari Raja Gowa, Sultan Alauddin.

Di dalam tradisi Mallanca terdapat beberapa kelompok yang berbentuk lingkaran besar yang kemudian akan saling mempertarungkan betis mereka. Selain dilakukan sebagai ucapan syukur seusai panen, tradisi Mallanca juga dilakukan untuk mengingat jasa leluhur mereka yang telah menjaga Kerajaan Gowa untuk generasi penerus mereka.

Meskipun tradisi ini terlihat seperti adu kekuatan dimana akan ada satu pemenang di antara mereka, tradisi ini ternyata bukan sebuah lomba. Tidak ada seorang pemenang pada tradisi ini. Karena hanya bertujuan untuk menunjukkan kekuatan peserta.

Melihat sekilas dari cara mereka melakuk an tradisi ini, maka tidak jarang ada peserta yang mengalami luka patah tulang. Meski demikian, tradisi ini tetap dinantikan kehadirannya setiap tahun oleh masyarakat setempat.

Cara mereka melakukan Mallanca memang mengundang banyak pertanyaan bernada khawatir. Karena sedikit mengandung unsur kekerasan. Mamun tradisi tersebut telah berjalan dari generasi ke generasi berikutnya dengan tujuan yang baik.

Di Sulawesi Selatan, tradisi ini juga biasa dilakukan masyarakat di Kabupaten Bone dan Kabupaten Tana Toraja.

Apa pendapatmu mengenai tradisi ini? Silahkan diisi pada kolom komentar berita.

PenulisGilbert TandiaraSumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »