www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tolak Perkawinan Anak!

Posted by On 01.22

Tolak Perkawinan Anak!

IlustrasiPEXELS.com Ilustrasi

DARI pelosok Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 12 April 2018, Indonesia dikagetkan oleh kenyataan mengenaskan, yakni pernikahan sepasang anak usia sekolah menengah pertama. Mempelai anak-anak berusia 14 dan 15 tahun.

Ini bukan yang pertama. Kejadian perkawinan usia anak di Indonesia telah ribuan kali berulang, atas nama kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan, dan kini agama dan adat setempat juga ikut andil.

Seorang andung (adik nenek dalam kekerabatan Minang) saya yang telah almarhum, pernah berkisah, ia dinikahkan ketika baru menstruasi dan melahirkan anak yang sangat rapat jaraknya. Anaknya 12 orang.< /p>

Kini di tahun 2018, kita kemudian baru tertampar setelah media sosial memviralkan tatapan mata kedua korban yang teramat lugu dan polos, berpakaian pengantin. Media sosial pula yang membuat jarak 1.700 kilometer dari Jakarta ke Bantaeng itu seakan di depan mata kita.

Pengantin anak adalah korban. Sejatinya, seluruh hak mereka sebagai anak-anak telah hilang. Hak beroleh pendidikan setinggi mungkin dan jaminan kesehatan yang paling jelas, terutama untuk anak perempuan, menjadi pupus.

Anak perempuan yang mungkin baru saja mengalami menstruasi pertamanya menjadi sangat rentan kesehatan reproduksinya bila ia hamil.

Anak yang dikandungnya pun boleh pasti menjadi stunting generation, generasi yang terhambat semua aspek perkembangan tubuh, terutama otak dan kesehatannya secara umum.

Belum lagi bicara soal mental psikologis si ibu, yang melahirkan dan menimang buah hati di usia 14 tahun!

UNICEF pada 2016 sudah mengeluarkan pernyataan berdasa r temuan di beberapa negara di dunia, yaitu komplikasi saat kehamilan dan melahirkan adalah penyebab kematian kedua terbesar untuk anak perempuan pada usia 15-19 tahun. Juga kenyataan global bahwa bayi yang lahir dari ibu yang berusia di bawah 20 tahun, berpeluang 1,5 kali lebih besar untuk meninggal sebelum usia 28 hari, dibandingkan bayi yang lahir dari ibu berusia 20-30 tahun.

Kembali ke kasus Bantaeng dan banyak kasus lain seantero Nusantara, siapa bertanggung jawab? Kita semua. Kalau kita diam saja, berarti kita "membunuh" jutaan anak pada masa depan Indonesia. Anak perempuan yang paling rentan menjadi korban.

Mengapa begitu? Karena bila terjadi perkawinan anak, maka anak perempuanlah yang terancam dalam segala lini kehidupan setelahnya. Karena ia harus melahirkan, menyusui dan membesarkan anak, dan kehilangan kesempatan bersekolah setinggi mungkin. Juga ekses berikutnya, ia bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Itulah sebabnya saya s angat setuju ketika kemarin, 24 April 2018, aktivis dan peneliti senior kajian Islam, isu perempuan dan gender, Lies Marcoes Natsir mengajak kita bergerak dan berbuat kebisingan agar setiap kita--lelaki dan perempuan--bergerak dalam kapasitas masing-masing dan merapatkan barisan.

Adalah dosa amat besar mengabaikan ini semua terjadi pada anak-anak perempuan di seluruh Indonesia. Maka, paling tidak ada tiga langkah awal yang bisa kita lakukan.

Pertama, bicara, tulis, sebarkan. Dalam setiap upaya lakukan tiga hal itu terus-menerus. Ini bentuk kampanye yang paling dasar untuk membangun kesadaran bersama.

Kedua, yang dibicarakan, ditulis dan disebarkan adalah stop perkawinan anak. Dengan satu kata: fokus.

Ketiga, lakukan gerakan ini dalam sinergi. Bangunlah jaringan kerja. Jangan bicara kepentingan yang terkotak-kotak karena politik atau keyakinan agama. Berbuatlah karena kita orang Indonesia.

Setuju dengan Ibu Lies Marcoes, bekerja dan berbuatlah dalam semua tingkatan. Dari kampung/kelurahan sampai negara.

Mari, bergandengan dan berbuat bersama. Kita selamatkan anak-anak yang kelak akan jadi pemimpin bangsa Indonesia.


Berita Terkait

Tolak Perkawinan Anak!Akademi Angkatan Udara, Pencetak Insan Dirgantara IndonesiaMasjid Istiqlal dan Peturasan PerempuanKenangan atas Daoed Joesoef dan Mbah GoogleIkatan Budi Ibu, Semangat Bundo Kanduang yang Berhimpun di Ibu Kota

Terkini Lainnya

Pencuri 14 Laptop di SMP Muhammadiyah Koja Pakai Uang Penjualan untuk Beli Narkoba

Pencuri 14 Laptop di SMP Muhammadiyah Koja Pakai Uang Penjualan untuk Beli Narkoba

Megapolitan 26/04/2018, 15:22 WIB Bertemu Fadli Zon di DPR, Amien Rais Bahas 'Rematch' Jokowi-Prabowo

Bertemu Fadli Zon di DPR, Amien Rais Bahas "Rematch" Jokowi-Prabowo

Nasional 26/04/2018, 15:21 WIB Cerita Nostalgia Jusuf Kalla, Debat hingga Jadi 'Host' di Kompas

Cerita Nostalgia Jusuf Kalla, Debat hingga Jadi "Host" di Kompas

Nasional 26/04/2018, 15:21 WIB Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, Polri Selidiki Kemungkinan Delik Pidana

Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, Polri Selidiki Kemungkinan Delik Pidana

Nasional 26/04/2018, 15:18 WIB Tukang Bersih-bersih Sekolah Curi 14 Laptop di SMP Muhammadiyah Koja

Tukang Bersih-bersih Sekolah Curi 14 Laptop di SMP Muhammadiyah Koja

Megapolitan 26/04/2018, 15:13 WIB Jelang Mudik, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Audit Jembatan Tua di Pantura

Jelang Mudik, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Audit Jembatan Tua di Pantura

Nasional 26/04/2018, 15:07 WIB Anies Akan Cabut Izin Diskotek Old City Jika Terbukti Ada Peredaran Narkoba

Anies Akan Cabut Izin Diskotek Old City Jika Terbukti Ada Peredaran Narkoba

Megapolitan 26/04/2018, 15:06 WIB Menaker Sebut Isu Tenaga Kerja Asing Sudah Hangat Sejak Pilkada DKI

Menaker Sebut Isu Tenaga Kerja Asing Sudah Hangat Sejak Pilkada DKI

Nasional 26/04/2018, 15:01 WIB PKS Tolak Tawaran Jokowi untuk Bergabung Koalisi Pendukung Pemerintah

PKS Tolak Tawaran Jokowi untuk Bergabung Koalisi Pendukung Pemerintah

Nasional 26/04/2018, 15:00 WIB Pengamanan Diperketat Jelang Sidang Vonis 8 Warga Taiwan yang Dituntut Hukuman Mati

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang Vonis 8 Warga Taiwan yang Dituntut Hukuman Mati

Megapolitan 26/04/2018, 15:00 WIB Gubernur Anies Harap Menara Kompas Jadi Contoh

Gubernur Anies Harap Menara Kompas Jadi Contoh

Megapolitan 26/04/2018, 14:44 WIB Gagalkan Kurir yang Bawa 20 Kg Sabu, BNN Klaim Selamatkan 100.000 Jiwa

Gagalkan Kurir yang Bawa 20 Kg Sabu, BNN Klaim Selamatkan 100.000 Jiwa

Megapolitan 26/04/2018, 14:42 WIB Setelah Habisi Selingkuhan Suaminya, Perempuan Ini Putuskan Bunuh Diri

Setelah Habisi Selingkuhan Suaminya, Perempuan Ini Putuskan Bunuh Diri

Internasional 26/04/2018, 14:40 WIB Viral, Pasangan Ini Menikah Menggunakan Pakaian Pramuka

Viral, Pasangan Ini Menikah Menggunakan Pakaian Pramuka

Regional 26/04/2018, 14:39 WIB PKS Akui Ada Tawaran Bergabung Koalisi dari Jokowi

PKS Akui Ada Tawaran Bergabung Koalisi dari Jokowi

Nasional 26/04/2018, 14:37 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »