www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bank Indonesia Minta Muballiq Sisipkan Pengendalian Inflasi saat ...

Posted by On 02.52

Bank Indonesia Minta Muballiq Sisipkan Pengendalian Inflasi saat ...

Bank Indonesia Minta Muballiq Sisipkan Pengendalian Inflasi saat Ceramah, Ini Tujuannya

Tekanan inflasi yang tinggi itu dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat, juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian

Bank Indonesia Minta Muballiq Sisipkan Pengendalian Inflasi saat Ceramah, Ini Tujuannyasanovra/tribuntimur.comDirektur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dwityapoetra Soeyasa Besar memberikan sambutan pada acara Tarhib Ramadan dan silahturahmi Bank Indonesia dengan MUI Sulsel di Hotel Horison, Jl Jend Sudirman, Makassar, Sabtu (12/5/2018). Kagiatan ini bertujuan untuk meminta bantuan kepada ulama dan mubaligh agar dapat membantu sosialisasikan terkait kenaikan inflasi selama Ramadan.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KP) Sulsel mengumpulkan muballiq se-Kota Makassar di Hotel Horison Jl Sudirman Makassar, Sabtu (12/5/).

Hadir Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar, Perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Abd Wahid Haddadi, dan puluhan alim ulama dan muballiq.

Pertemuan bertajuk pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1439 Hijriah ini dimulai pukul 10.00 Wita.

Abd Wahid Haddadi menuturkan, Ramadan menjadi momen untuk berbelanja, zakat, infaq, dan sedekah.

Baca: Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Sulsel Masih di Atas Nasional hingga 2023

"Namun ummat Islam harus paham. Perilaku konsumtif erat kaitannya dengan boros atau mubazzir. Mereka yang demikian sangat dengan setan," katanya.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar menuturkan, tekanan harga relatif meningkat saa Ramadan sehingga pola inflasi relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi bulan lainnya.

Tekanan inflasi yang tinggi itu dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat, juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian.

"Seperti menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi sehingga menurunkan pertumbuhan ekonomi
Pendapatan riil masyarakat akan terus turun, dan menaikkan tingkat kemiskinan, mendorong investasi jangka pendek yang bersifat spekulatif dibanding investasi jangka panjang yang bersifat produktif," katanya.

Oleh karena itu, inflasi yang terkendali perlu dijaga bersama sebagai salah satu prasyarat utama pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu faktor penyebab peningkatan tekanan harga selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri adalah peningkatan konsumsi masyarakat dan pedagang yang cenderung menaikkan harga pada bulan tersebut.

Padahal, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hakikat bulan suci Ramadhan adalah menahan diri dari hawa nafsu yang salah satunya untuk tidak mengkonsumsi secara berlebihan.

Baca: Penerima Beasiswa Bank Indonesia Kumpul di Maros

"Untuk itu, kami mengharapkan alim ulama dan rekan-rekan media untuk secara bersama-sama aktif menyampaikan dan mengedukasi kepada masyarakat untuk tidak konsumsi secara berlebihan serta bagi para pedagang atau penjual agar menjual dengan harga yang wajar serta tidak menimbun barang dagangan," katanya.

Deputi Direktur KP BI Sulsel Aryo Setyoso menambahkan, besar harapan BI kepada muballiq agar bisa berperan aktif dalam mengabarkan hal tersebut kala mengisi ceramah nantinya.

"Yah sekitar lima menitlah, bagaimana jemaah bisa tahu akibat dari inflasi, terlebih jemaah untuk tidak konsumtif dan mubazzir. Karena yang berlebihan dan mubaz zir itu dekat dengan sifat setan," katanya.(Aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Rekaman Video Kondisi Gereja Santa Maria Sebelum dan Sesudah Terkena Bom Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »