www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Di Forum LK III HMI Sulselbar, Ketua ICMI Pusat Paparkan Krisis ...

Posted by On 17.25

Di Forum LK III HMI Sulselbar, Ketua ICMI Pusat Paparkan Krisis ...

Di Forum LK III HMI Sulselbar, Ketua ICMI Pusat Paparkan Krisis Kepemimpinan Submitted by Nurkholis Lamaau on 7 May 2018 LK 3 HMI

Ketua ICMI Pusat Fery Kurnia Riskyansyah, memamparkan materi di forum LK III HMI Badko Sulselbar, Senin (7/5/2018). (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Latihan Kader III atau (LK-III) Advance Training HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan - Barat (Sulselbar) dihadiri oleh Ketu a Masika Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Fery Kurnia Riskyansyah sebagai narasumber dengan tema "Telaah Kritis Kepemimpinan Politik dan Kebijakan Pembangunan”, di Hotel Prima Kota Makassar, Senin (07/05/2018).

Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Fery Kurnia Riskyansyah mengungkapkan problematika dalam demokrasi di Indonesia.

"Demokrasi di indonesia pada dasarnya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat, tetapi yang menjadi problem adalah metode ataukah sarana dalam memilih leader ataukah pemimpin yang akan memimpin bangsa Indonesia yang sangat demokrastis ini," katanya, melalui rilis yang diterima KABAR.NEWS.

Dia pun mengungkapkan demokrasi di Indonesia seolah mementingkan kepentingan partai daripada kepentingan masyarakat Indonesia.

"Budaya politik di Indonesia masih bersifat linear antara calon leader dengan partai pengusung di pesta demokrasi indonesia yang seolah bukan untuk kepentingan m asyarakat tetap kepentingan partai pengusungnya," lanjutnya.

Menurut Fery yang juga merupakan Ketua Masika ICMI Pusat, problem demokrasi di Indonesia adalah anggaran pesta demokrasi dan kurangnya pendidikan politik di indonesia.

"Anggaran besar dalam pesta demokrasi di indonesia menjadi problem karena pembiayaan yang cukup besar baik dari penyelenggara maupun calon leader di Indonesia," terangnya.

"Ketidak pahaman sebagian masyarakat terhadap pesta demokrasi mengakibatkan mereka menjadi pemilih pragmatis dan tidak melihat figur leader untuk memimpin Indonesia," tutupnya.

Ketua Umum HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan - Barat Taufiq Husaini, saat dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan apa yang menjadi kegelisahan terhadap demokrasi di Indonesia. "Apa yang disampaikan oleh Ketua Masika ICMI Pusat merupakan hal yang wajar, mengingat kondisi demokrasi di Indonesia sangatlah memprihatinkan," ungkapnya.

"kita membutuhkan sistem demokrasi yang dapat menghasilkan figur - figur pemimpin masa depan bangsa untuk mengatasi semua problem kebangsaan dan kenegaraan indonesia," tandas Taufiq.

Sekadar diketahui, pelatihan Advance Training HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan - Barat yang dilaksanakan pada 4 Mei sampai 10 Mei 2018 mengangkat sebuah tema central yakni, 'Meluruskan Lintasan Kebenaran Sejarah Kebangsaan Indonesia'.

  • Arya Wicaksana
Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »