Kirim Berita Sulsel: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulsel: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Membangun Kanreapia melalui Melinesia

Posted by On 09.05

Membangun Kanreapia melalui Melinesia

Terkini.id, Gowa â€" Sinergitas dan kolaborasi antara civitas akademi, masyarakat, pihak universitas, dan pemerintah desa tampak sekali dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) MELINESIA di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada 9-13 Mei 2018.

Kanreapia terpilih sebagai lokasi kegiatan PKM MELINESIA 2018 dikarenakan masih rendahnya tingkat pendidikan di desa tersebut.

Menurut hasil sensus (KPM) Desa Kanreapia November 2016 dari total 653 warga, didapatkan fakta yang mengejutkan. Fakta itu antara lain; jumlah penduduk tamat SD sejumlah 156 orang (21,34%), tamat SLTP sebanyak 27 orang (4,13%), tamat SMA sekitar 35 orang (5,35%), tamat perguruan tinggi hanya 5 orang (0,76%), belum sekolah mencapai 118 orang (18,07%), dan tidak tamat sekolah sekit ar 119 orang (18,22%).

Berdasarkan wawancara ke warga, didapatkan fakta lain bahwa pernikahan dini cukup tinggi, belum lagi angka silariang (kawin lari) dan tingkat perceraian yang cukup memprihatinkan.

Meskipun demikian, desa Kanreapia memiliki slogan visioner, yakni SA’KENA, yang bermakna selalu Sejuk dalam berpikir, Aman untuk berinvestasi, Kreatif melakukan perubahan, Elok dipandang mata, Nyaman dan Asri untuk dikunjungi.

Baca :Badan Informasi Geospasial ternyata punya peranan besar untuk wilayah Indonesia

Desa Kanreapia terdiri dari tujuh dusun, yakni Dusun Bontona, Dusun Bontolebang, Dusun Kanreapia, Dusun Halahalaya, Dusun Balang Lohe, Dusun Parang Boddong, Dusun Silanggaya.

Desa yang terletak di ketinggian 800-1050 dpl (di atas permukaan laut) ini memiliki curah hujan rata-rata per tahun antara 15 0 â€" 200 hari. Suhu rata-rata di desa ini per tahun sekitar 18-23 derajat Celsius.

Batas demografi desa Kanreapia yakni sebelah utara berbatasan dengan Desa Tonasa. Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba. Di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tinggimoncong. Di sebelah timur berbatasan dengan Desa Bolaromang.

MELINESIA adalah program yang unik-futuristik, komprehensif-kolaboratif, solutif, produktif, inovatif, kreatif, visioner, dan berkesinambungan di multiaspek, meliputi multikegiatan yang multi-lintasdisipliner di bidang medis dan kesehatan, edukasi, ekonomi, pemberdayaan (perempuan, anak-anak, masyarakat, manusia) dan sebagainya, berbasis literasi-riset-teknologi-komunitas, demi mewujudkan kejayaan Indonesia.

MELINESIA merupakan akronim dari Medical, Education, Economy, Empowering (women, children, society, humanbeing), Etc., based on Literacy-researches-tech nology-community for the triumph of IndoNESIA. Istilah MELINESIA adalah ide inovatif dari Dito Anurogo.

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari LP3M Unismuh ini terdiri dari beberapa sub-kegiatan, seperti: edutechnopreneurship, eduekoliterasi, medikopsikologi, writenesia, accounting research camp, ecospiritualism, global village, FIRAL (Festival Culture and Literacy) bertema Pesona Kanreapia 2018: Desa Wisata Budaya.

Baca :Pecandu Aksara gelar Pelatihan Menulis Berita "Citizen Journalism"

Manifestasi dan output kegiatan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU), penyuluhan kesehatan ibu dan anak, sosialisasi kesehatan reproduksi, rembug desa, atraksi seni dan budaya, kemah literasi Islami, kelas inspirasi di SD dan SMP, kunjungan ke rumah warga, tanya-jawab, wawancara terstruktur, reportase kegiatan, pembuatan laporan, publikasi di jurnal, dan sebagainya.

Selain senang dengan pemberian materi, ceramah, diskusi interaktif, warga masyarakat juga sang at antusias saat mengikuti ceramah ilmiah dari Profesor.

Tak satupun warga yang beranjak dari tempat duduk hingga acara ceramah ilmiah usai. Mereka mengakui kalau baru pertama kali ini desanya dikunjungi oleh pakar sekelas Profesor dari Unhas dan tim dosen dari FK-FEB Unismuh.

Guru besar ilmu gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. dr. H. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D., hadir dan berperan aktif sebagai pembicara kunci di dalam acara PKM MELINESIA 2018.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia dapat berbagi ilmu dan pengetahuan dengan warga masyarakat di desa Kanreapia,” tuturnya berwibawa.

Ia mengakui bahwa kegiatan seperti ini hendaklah berkesinambungan dan perlu dibudayakan untuk menciptakan berbagai desa berkelas Internasional (global village) sebagai pondasi dasar kejayaan bangsa Indonesia.

Baca :Badan Informasi Geospasial ternyata punya peranan besar untuk wilayah Indonesia

Para dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Muha mmadiyah (FK Unismuh) Makassar yang menjadi bagian dari tim PKM MELINESIA 2018 antara lain: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ibu Juliani Ibrahim, M.Sc., Ph.D., dr. Ihsan Jaya, dan dr. S. Zulfikar Gaffar Assegaf.

Sedangkan para pengajar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (FEB Unismuh) Makassar yang tergabung di dalam tim PKM MELINESIA 2018 adalah Agusdiwana Suarni, S.E., M.Acc., Muhammad Nur Abdi, S.E., M.M., dan Firman Syah, S.E., M.M.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dan organisasi, seperti: Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), pemerintah Desa Kanreapia Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa, Rumah Koran, Forum Lingkar Pena (FLP) Sulawesi Selatan, Sahabat Literasi Indonesia, Komunitas Rumah Penyu, IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Makassar, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Writenesia, Indonesia Menulis Online (IMO), Open Access Indonesia.

PenulisDito AnurogoSumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »