Kirim Berita Sulsel: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulsel: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mengenal Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, Akulturasi Budaya ...

Posted by On 21.51

Mengenal Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, Akulturasi Budaya ...

Masjid Jami Bua, masjid tertua di Sulawesi Selatan yang merupakan akuliturasi budaya Minang-Bugis.Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir Masjid Jami Bua, masjid tertua di Sulawesi Selatan yang merupakan akuliturasi budaya Minang-Bugis.

LUWU, KOMPAS.com - Kabupaten Luwu memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup monumental, salah satunya adalah Masjid Jami Bua.

Masjid ini terletak di Desa Tana Rigella, Kecamatan Bua. Masjid ini dibangun tahun 1594 masehi yang merupakan tonggak sejarah peradaban Islam di Sulawesi Selatan. Bahkan masjid ini pernah dibakar oleh tentara NICA pada zaman penjajahan.

Masjid Jami Bua memiliki kekentalan budaya Minangkabau, Sumatera Barat dengan suku Bugis Sulawesi Selatan. Tak heran jika kekentalan budayanya tampak pada arsitektur bangunan Masjid, karena masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu, dibawa oleh seorang khatib asal Minang, yakni Datok Sulaiman, pada abad ke-15 Masehi.

Menurut budayawan dan sekaligus pemangku adat Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja, arsitektur Masjid Jami Bua sangat mirip dengan Minangkabau, Sumatera Barat.

“Arsitekturnya sangat mirip dengan Minangkabau, karena pembawa Islam pertama di Luwu ini asalnya dari Minangkabau, yaitu Datok Sulaiman bersama dua rekannya, yakni Datok Ditiro dan Datok Ribandang,” jelas Andi Syaifuddin Kaddiraja, Kamis (24/5/2018).

Di Luwu, Agama Islam pertama kali diterima oleh Datu (Raja) Luwu bernama La Patiware pada abad yang sama dan dilanjutkan oleh putranya bernama Pati Pasaung dengan nama Islamnya adalah Sultan Abdullah. < /p>

Baca juga: Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam
Masjid Jami Bua merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan dan sebagai salah satu situs sejarah Islam. Masjid Jami Bua adalah cikal bakal peradaban muslim di Sulawesi Selatan, bahkan sebagian kawasan timur Indonesia.

Struktur bangunan

Masjid Jami Bua, memiliki kubah segi empat, berbalut cat warna putih dan hijau dengan menara di sisi kiri masjid.

“Struktur bangunan secara keseluruhan terdiri dari tiga susun, mengikuti konsep rumah panggung. Konsep tiga susun ini juga konsisten diterapkan pada bagian lainnya seperti atap dan hiasannya yang terdiri dari tiga susun,” lanjut Andi Syaifuddin.

Selain itu, masjid ini memiliki lima kubah atau bahasa setempat disebut Coppo'. Tiga di antaranya adalah kubah utama dan sisanya kubah kecil. Jumlah lima Coppo’ ini menandakan hubungan manusia dan keesaan Allah.

“ Sebelum Islam masuk mempengaruhi masyarakat di tana Luwu, manusia meyakini adanya 4 kesempurnaan dalam dirinya. Namun setelah Islam mengajarkan kesempurnaan, maka manusia meyakini bahwa empat tak cukup tanpa lima, yaitu keesaan Sang Pencipta melalui roh manusia,” tambahnya.

Sejak didirikan tahun 1.594 Masehi, masjid ini telah banyak mengalami perubahan. Selain karena usianya yang sudah tua, masjid ini pernah dirusak dan dibakar tentara NICA. Peristiwa itu terjadi pada 23 Januari 1956 dan memicu kemarahan rakyat Luwu.

Baca juga: Bandung Kini Miliki Masjid Berbasis Full Digital

Kendati demikian, masih ada sisa-sisa keasilan masjid ini, yakni ada sebuah bangunan kecil di belakang masjid berukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter dan tinggi 2 meter berbentuk terowongan.

Bangunan tersebut hingga saat ini belum diketahui kegunaannya.

Masjid ini setiap saat dikunjungi sebagai tempat beribadah rutin warga sekitar, terutama pada Bulan Rama dhan, seperti untuk shalat tarawih, tadarus, dan kuliah subuh.

Kompas TV Nama masjid diambil dari Laksamana Cheng Ho yang berjasa mengembangkan Islam di Palembang.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Ramadhan 2018

Berita Terkait

Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

Bandung Kini Miliki Masjid Berbasis "Full Digital"

Terkini Lainnya

Undang-Undang Antiterorisme Resmi Disahkan

Undang-Undang Antiterorisme Resmi Disahkan

Nasional 25/05/2018, 11:42 WIB Dapat THR, Pensiunan PNS Merasa Pengabdiannya Dihargai

Dapat THR, Pensiunan PNS Merasa Pengabdiannya Dihargai

Nasional 25/05/2018, 11:38 WIB Remaja yang Hina Jokowi Dititipkan Polisi di Tempat Khusus

Remaja yang Hina Jokowi Dititipkan Polisi di Tempat Khusus

Megapolitan 25/05/2018, 11:34 WIB 2    Pekerja Proyek yang Sebabkan Suara Dentuman Saat Sidang Aman Abdurahman Diamankan

2 Pekerja Proyek yang Sebabkan Suara Dentuman Saat Sidang Aman Abdurahman Diamankan

Megapolitan 25/05/2018, 11:32 WIB 9 Bulan Buron, Tersangka Kasus Korupsi Kopi BUMD Jember Jadi Sopir Taksi Online

9 Bulan Buron, Tersangka Kasus Korupsi Kopi BUMD Jember Jadi Sopir Taksi Online

Regional 25/05/2018, 11:25 WIB TNI Susun Usulan Draf Perpres Terkait Mekanisme Penanggulangan Terorisme

TNI Susun Usulan Draf Perpres Terkait Mekanisme Penanggulangan Terorisme

Nasional 25/05/2018, 11:14 WIB Putin Berharap Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Bisa Dilanjutkan

Putin Berharap Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Bisa Dilanjutkan

Internasional 25/05/2018, 11:14 WIB OTT Camat di Sukoharjo, Polda Temukan Uang Pungli Rp 20 Juta

OTT Camat di Sukoharjo, Polda Temukan Uang Pungli Rp 20 Juta

Regional 25/05/2018, 11:13 WIB Pemerintah Libatkan Polri dan BNPT Bahas Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme

Pemerintah Libatkan Polri dan BNPT Bahas Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme

Nasional 25/05/2018, 11:05 WIB Pengacara Minta Hakim Bebaskan Aman Abdurrahman dari Tuntutan Mati

Pengacara Minta Hakim Bebaskan Aman Abdurrahman dari Tuntutan Mati

Megapolitan 25/05/2018, 11:03 WIB THR Pimpinan dan Pegawai Non PNS Lembaga Nonstruktural: Dari Rp 3 Juta hingga Rp 24 Juta

THR Pimpinan dan Pegawai Non PNS Lembaga Nonstruktural: Dari Rp 3 Juta hingga Rp 24 Juta

Nasional 25/05/2018, 11:03 WIB KPK Periksa 12 Tersangka Anggota DPRD Kota Malang

KPK Periksa 12 Tersangka Anggota DPRD Kota Malang

Nasional 25/05/2018, 10:55 WIB Rencana Anies Tata Kampung Kumuh Dinilai Berpotensi Langgar Aturan

Rencana Anies Tata Kampung Kumuh Dinilai Berpotensi Langgar Aturan

Megapolitan 25/05/2018, 10:49 WIB Bulan Depan, Pangeran William Kunjungi Tel Aviv, Yerusalem, dan Ramallah

Bulan Depan, Pangeran William Kunjungi Tel Aviv, Yerusalem, dan Ramallah

Internasional 25/05/2018, 10:45 WIB Pengacara: Tuntutan Mati terhadap Aman Abdurrahman Tak Sesuai Fakta Hukum

Pengacara: Tuntutan Mati terhadap Aman Abdurrahman Tak Sesuai Fakta Hukum

Megapolitan 25/05/2018, 10:39 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »