Kirim Berita Sulsel: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulsel: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pajak progresif daerah ini menjadi yang terendah se-Indonesia

Posted by On 21.18

Pajak progresif daerah ini menjadi yang terendah se-Indonesia

Merdeka > Uang > MAKASSAR Pajak progresif daerah ini menjadi yang terendah se-Indonesia Rabu, 30 Mei 2018 10:02 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo Razia pajak kendaraan di Bogor. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pajak atas kepemilikan lebih dari satu kendaraan bermotor atau yang dikenal sebagai pajak progresif yang diterapkan di Provinsi Sulawesi Selatan (Su lsel) dinilai paling terendah di Indonesia. Hal ini diharapkan akan mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan baru di Makassar.

BERITA TERKAIT
  • Usaha tutup selama Ramadan, wajib pajak tetap diminta laporan
  • Tax ratio 2019 ditargetkan capai 11,9 persen, ini strateginya
  • Pendapatan negara per April Rp 527,8 T, terbesar disumbang industri pengolahan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto Tanaranggina, menyebutkan pajak progresif untuk kendaraan bermotor kedua berlaku sebesar dua persen, ketiga 2,25 persen, keempat 2,5 persen dan kelima dan seterusnya 2,75 persen.

Menurut dia, kenaikan pajak tiap kendaraan hanya 0,25 persen, ini yang paling murah se-Indonesia, kalau di daerah lain kenaikannya satu persen. Di Jakarta, misalnya, untuk kendaraan kelima dan seterusnya pajak progresifnya mencapai lima persen.

"Jadi kalau untuk kendaraan-kendaraan mewah yang harganya ratusan juta, selisi h pajaknya lumayan besar," ucapnya seperti dikutip dari Antara di Makassar, Rabu (30/5).

Tidak hanya itu, kata dia, dasar pengenaan pajak progresif di Sulsel dilakukan berdasarkan nama dan alamat pemilik kendaraan, berbeda di Jakarta, yang pemberlakuannya sesuai alamat.

"Jadi di Jakarta, meskipun nama pemilik berbeda, namun dengan alamat yang sama maka tetap diberlakukan pajak progresif, sementara di Sulsel meskipun alamat sama tapi nama pemilik berbeda, belum dikenakan pajak progresif," ujarnya.

Dia berharap dengan penerapan pajak progresif yang rendah dan Bea Balik Nama Kendaraan Baru (BBNKB) yang kini sama dengan yang diterapkan di Jakarta, akan mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan baru di Makassar. "Dengan demikian kita harapkan penerimaan BBNKB kita dapat semakin meningkat," pungkasnya.

[bim]

Baca Juga:
Usaha tutup selama Ramadan, wajib pajak tetap diminta laporanIni keuntungan jika pemerintah kembali beri subsidi BBM PremiumUsai sumbang pajak terbesar, pemerintah bertekad genjot ekspor industri manufakturTax ratio 2019 ditargetkan capai 11,9 persen, ini strateginyaPendapatan negara per April Rp 527,8 T, terbesar disumbang industri pengolahanMinggu depan, aturan pajak UMKM 0,5 persen diumumkanPemerintah siapkan tax holiday untuk investor dengan investasi Rp 100 miliar
Topik berita Terkait:
  1. Pajak
  2. Pajak Kendaraan Bermotor
  3. Otomotif
  4. Ekonomi Indonesia
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Tahun politik, e-KTP tercecer di jalan rawan dipolitisir

  • Mensos akan beri sanksi pendamping yang manfaatkan PKH untuk Pilkada

  • Temukan DPT bermasalah, tim Sudirman Said-Ida minta Pilgub Jateng ditunda

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 Sulsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »