www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Wartawan Sulawesi Selatan Bahas Isu Kedaulatan Pangan

Posted by On 03.57

Wartawan Sulawesi Selatan Bahas Isu Kedaulatan Pangan

Puluhan wartawan di Kota Makassar mengikuti lokakarya jurnalis bertemakan kedaulatan pengan dan isu manajemen sumber daya alam untuk keadilan ekonomi, di Hotel Remcy Makassar, Sabtu 30 Juni 2018.
Puluhan wartawan di Kota Makassar mengikuti lokakarya jurnalis bertemakan kedaulatan pengan dan isu manajemen sumber daya alam untuk keadilan ekonomi, di Hotel Remcy Makassar, Sabtu 30 Juni 2018.

Terkini.id, Makassar â€" Puluhan wartawan di Kota Makassar mengikuti lokakarya jurnalis bertemakan kedaulatan pengan dan isu manajemen sumber daya alam untuk keadilan ekonomi, di Hotel Remcy Makassar, Sabtu 30 Juni 2018.

Lokakarya melibatkan 25 jurnalis dari berbagai macam media. Kegiatan ini didukung organisa si nirlaba Oxford Committee for Famine Relief (OXFAM) bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Materi pelatihan dirancang dalam dua bagian. Pertama, pemahaman masalah mendalam dan jurnalisme isu kedaulatan pangan dan manajemen sumber daya alam. Kedua, peserta jurnalis diharapkan mampu mengeksplorasi isu lahan dan pangan serta penerapannya dalam karya jurnalistik.

“Sesuai koridor etika jurnalistik,” kata Ketua AJI Makassar, Qodriansyah Agam.

Tujuan dari lokakarya ini sebagai bentuk pemahaman yang komprehensif kepada jurnalis. Menyoroti isu kepentingan lokal dalam menangani kedaulatan lahan dan pangan. Serta kaitannya dengan kebijakan pemerintah.

Fasilitator Reny Sri Ayu mengungkapkan, banyak permasalahan yang ditemukan terkait pangan dan lahan. “Media diharapkan bisa memberikan ruang khusus terkait persoalan ini,” katanya.

Baca :Wartawan Usamah Kadir ditahan Polres Wajo

Reny mencontohkan, masyarakat sudah mulai kehilangan ke arifan lokal karena ada kesan dipaksa memproduksi pangan dalam jumlah besar.

“Petani diminta menggunakan pupuk dan pestisida. Padahal sebelumnya mereka tidak mengenal bahan kimia dalam bercocok tanam,”tutup Reny.

PenulisEcha Panrita LopiSumber: Sulawesi Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »