Kirim Berita Sulsel: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sulsel: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketua MUI Sulsel Beri Tausyiah di Pengajian Akbar LDII

Posted by On 05.41

Ketua MUI Sulsel Beri Tausyiah di Pengajian Akbar LDII

Ketua MUI Sulsel Beri Tausyiah di Pengajian Akbar LDII

Agama Islam tidak akan mungkin bisa berkembang dengan baik jika umat meninggalkan kegiatan dakwah.

Ketua MUI Sulsel Beri Tausyiah di Pengajian Akbar LDIIHANDOVERWarga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar mengikuti pengajian akbar di Masjid Roudhotul Jannah, Jl Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/8/2018).

Ilmaddin Husain

Wakil Sekretaris LDII Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar mengikuti pengajian akbar di Masjid Roudhotul Jannah, Jl Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/8/2018).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Dr HM Arfah Shiddiq MA menguraikan, agama Islam tidak akan mungkin bisa berkembang dengan baik jika umat meninggalkan kegiatan dakwah.

“Jadi dakwah itu adalah rohnya islam atau spirit of islam. Kegiatan yang LDII lakukan ini sebuah kegiatan yang membantu pengembangan islam kedepan,” ujarnya saat diwawancarai.

Disela-sela pengajian, warga LDII melakukan gerakan infak dan sedekah secara serentak.

Peserta pengajian menyerahkan uang sesuai kemampuan masing-masing.

Materi pengajian dimulai dari kajian Alquran yang disampaikan Ustaz Nashruddin SPd MPd.

Selanjutnya pengkajian Syarah Asmaul Husna oleh Ustaz Ahmad Jauhar.

Kemudian tausyiah oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan Dr HM Arfah Shiddiq MA.

Hadir dalam pengajian jajaran pengurus DPW LDII Sulawesi Selatan diantaranya, Dr Sukardi Weda, Dr Abri, Ishak Andi Ballado SE, Drs Renreng Tjolli MAg, Asdar Mattiro SSos, dan Moh Syafei SSos, da n Ridwan Yahya SE.

AGH M Arfah Shiddiq menambahkan. dakwah tidak halnya dilakukan melalui lisan atau dakwah bil lisan.

Dakwah juga dilakukan melalui perbuatan atau dakwah bil hal.

Adapun dakwah bilhal dilakukan dengan mendirikan pesantren atau menggelar pengajian di masjid seperti yang LDII lakukan.

“Sebelum pesantren didirikan boleh jadi banyak orang yang lalai dari ajaran agamanya. Pembinaan umat dilakukan melalui masjid. Pengajian ini adalah bentuk pengkaderan umat. Siapa yang akan meneruskan islam ke depan kalau kita tidak aktif,” ujar Dr Arfah yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan ini.(*)

Penulis: CitizenReporter Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Selangkah Lagi Capai Gelar Sarjana Hukum, Mahasiswi Unhas Ini Tewas usai Dibegal Sumber: Sulawesi Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »